Nama Baik
Alkisah ada tiga sosok baru saja bertemu. Mereka bersepakat melakukan perjalanan bersama-sama. Mereka adalah angin, air, dan nama baik. Ketiganya memiliki karakter yang berbeda. Angin biasa datang dengan terburu-buru, bahkan terkesan seperti sedang marah-marah. Ia juga biasa melompat di sini dan menendang debu yang ada di sana. Sedangkan air, ia berjalan laksana seorang putri. Ia selalu membawa sebuah kendi di tangannya dan meneteskan air di tanah sekitarnya. Sementara nama baik, ia berwujud seorang pemuda tampan dengan sifat-sifat yang baik, tetapi sedikit pemalu.
Meskipun berbeda antara satu dengan yang lainnya, tetapi mereka saling menyukai. Setelah menempuh perjalanan beberapa saat lamanya, tibalah waktunya mereka berpisah. Mereka bertanya, "Kapan kita bisa bertemu lagi dan melakukan perjalanan bersama-sama?"
Angin menjawab, "Kamu akan menemukanku sedang bertiup di puncak-puncak gunung, atau melompat-lompat di sekitar kakimu samnil meniup debu ke arah mana pun kamu pergi."
Air berkata, "Aku juga akan selalu ada di sekitarmu. Kamu bisa pergi ke laut atau ke sungai, bahkan ke dapur untuk menemuiku."
Mendengar ucapan teman-temannya, nama baik hanya dian saja. Tak satu kata pun yang di ucapkan. Menyaksikan sikap sahabatnya tersebut, angin dan air berkata, "Nama baik, mengapa kamu diam saja. Katakanlah di mana kami bisa menemuimu?"
Setelah berpikir sejenak, nama baik pun menjawab, "Kalian tidak akan bisa bertemu denganku lagi. Siapapun yang kehilanganku, niscaya ia takkan pernah bisa mendapatkanku lagi."
Sumber : Rumah Seribu Cermin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar